Home     Dentistry     Computer     Business     Download Center     My Software

Excellent Entrepreneur

Excellent Entrepreneur
Five Characteristic of Excellent Entrepreneur :
1. Dare to take its Meaning risk, dare to start dicey something that completely and full of risk
2. Taking a fancy to challenge Is everything seen as challenge no matter
3. Have Resourceful high endurance (non outsmarting) and do not easy to hopelessly
4. Have vision far forwards All which is done have long-range target is even started with teeny step
5. Always give best Conscript all owned potency it.

MENJADI ENTREPRENEUR UNGGULAN

Lima ciri seorang entrepreneur unggulan (excellent entrepreneur):
1. Berani mengambil risiko
Artinya, berani memulai sesuatu yang serba tidak pasti dan penuh risiko.
2. Menyukai tantangan
Segala sesuatu dilihat sebagai tantangan bukan masalah.
3. Punya daya tahan yang tinggi
Banyak akal (bukan akal-akalan) dan tidak mudah putus asa.
4. Punya visi jauh ke depan
Segala yang dilakukannya punya tujuan jangka panjang meski dimulai dengan langkah yang amat kecil.
5. Selalu memberikan yang terbaik
Mengerahkan semua potensi yang dimilikinya.

Bermain Dengan Resiko

Risiko yang harus diambil oleh para entrepreneur adalah risiko yang telah diperhitungkan dengan matang (calculated risk).Salah satu cara untuk meminimalkan risiko adalah dengan mencari pembimbing. Pembimbing yang manjur adalah seseorang yang sudah melakukan semua hal yang ingin kita lakukan dan ia berhasil. Pembimbing yang tepat akan mendidik kita ulang (re-educate) diri kita sehingga lambat laun kita akan terlatih untuk dapat berpikir sederhana. Sebagai entrepreneur unggulan, kita harus berani dan optimis mengambil risiko.

Kunci Sukses Entrepreneur

5 prinsip penting yang harus dipegang agar seorang entrepreneur bias sukses berwirausaha menurut Dr. Rhenald Kasali:
1. Reputasi
Senantiasa menjaga reputasi (nama baik).
2. Tumbuh dari bawah
Sukses senantiasa dimulai dengan langjah kecil, bahkan dari nol.
3. Konsentrasi
Jika kita memutuskan untuk masuk ke bidang tertentu, kita harus focus dan berkonsentrasi.
4. Anti kerumunan
Tidak terjun ke tempat atau bidang yang telah banyak dimasuki orang (bukan pengikut), kecuali mampu memberikan nilai lebih yang membedakan kita dengan pemain sebelumnya.
5. Modal hanya pelengkap
Kita bisa mulai dengan modal sangat kecil atau mengajukan pinjaman pada pihak lain (bank, kenalan, saudara). Jika cerdas, kita bisa mulai suatu usaha tanpa modal uang sama sekali.

Purdi memperkenalkan 3 kata kunci untuk memulai suatu bisnis:
* BODOL (Berani, Optimis, pakai Duit Orang Lain)
* BOTOL (Berani, Optimis, pakai Tenaga Orang Lain)
* BOBOL (Berani, Optimis, pakai sistem Bisnis Orang Lain/ meniru Bisnis Orang Lain)

Download Full Article Click Here or Direct Link Here (box.net)

The Top 10 Misconceptions About Success

  1. Some people cannot be successful because background, education, and etc.
  2. Successful people who [do] not [do/conduct] mistake.
  3. To be success, we have to work more than 60 hours ( 70, 80, 90…) at one week.
  4. You is only can be successful when playing at something with order.
  5. If you always have recourse, you do not success.
  6. Is needed many luck for success.
  7. Success is when you get mint of moneyly.
  8. Success is when everybody confess it.
  9. Success is target.
  10. I am successful when my difficulty end.

Source : “The Top 10 Misconceptions About Success“, Jim M.Allen. CoachJim.com

10 Kesalahpahaman Tentang Sukses


Kesalahpahaman 1
Beberapa orang tidak bisa sukses karena latar belakang, pendidikan, dan lain-lain.
Padahal, setiap orang dapat meraih keberhasilan. Ini hanya bagaimana mereka menginginkannya, kemudian melakukan sesuatu untuk mencapainya.

Kesalahpahaman 2
Orang-orang yang sukses tidak melakukan kesalahan.
Padahal, orang-orang sukses itu justru melakukan kesalahan sebagaimana kita semua pernah lakukan Namun, mereka tidak melakukan kesalahan itu untuk kedua kalinya.

Kesalahpahaman 3
Agar sukses, kita harus bekerja lebih dari 60 jam (70, 80, 90…) seminggu.
Padahal, persoalannya bukan terletak pada lamanya anda bekerja, tetapi bagaimana anda dapat melakukan sesuatu yang benar.

Kesalahpahaman 4
Anda hanya bisa sukses bila bermain sesuatu dengan aturan.
Padahal, siapakah yang membuat aturan itu? Setiap situasi membutuhkan cara yang berbeda. Kadang-kadang kita memang harus mengikuti aturan, tetapi di saat lain andalah yang membuat aturan itu.

Kesalahpahaman 5
Jika anda selalu meminta bantuan, anda tidak sukses.
Padahal, sukses jarang sekali terjadi di saat-saat vakum. Justru, dengan mengakui dan menghargai bantuan orang lain dapat membantu keberhasilan anda. Dan, sesungguhnya ada banyak sekali orang semacam itu.

Kesalahpahaman 6
Diperlukan banyak keberuntungan untuk sukses.
Padahal, hanya dibutuhkan sedikit keberuntungan. Namun, diperlukan banyak kerja keras, kecerdasan, pengetahuan, dan penerapan.

Kesalahpahaman 7
Sukses adalah bila anda mendapatkan banyak uang.
Padahal, uang hanya satu saja dari begitu banyak keuntungan yang diberikan oleh kesuksesan. Uang pun bukan jaminan kesuksesan anda.

Kesalahpahaman 8
Sukses adalah bila semua orang mengakuinya.
Padahal, anda mungkin dapat meraih lebih banyak orang dan pengakuan dari orang lain atas apa yang anda lakukan. Tetapi, meskipun hanya anda sendiri yang mengetahuinya, anda tetaplah sukses.

Kesalahpahaman 9
Sukses adalah tujuan.
Padahal, sukses lebih dari sekedar anda bisa meraih tujuan dan goal anda. Katakan bahwa anda menginginkan keberhasilan, maka ajukan pertanyaan “atas hal apa?”

Kesalahpahaman 10
Saya sukses bila kesulitan saya berakhir.
Padahal, anda mungkin sukses, tapi anda bukan Tuhan. Anda tetap harus melalui jalan yang naik turun sebagaimana anda alami di masa-masa lalu. Nikmati saja apa yang telah anda raih dan hidup setiap hari sebagaimana adanya.


(diadaptasi dari “The Top 10 Misconceptions About Success“, Jim M.Allen. CoachJim.com)

Prepare your self, Greet Month of Ramadhan

Personally, every moslem is obliged to supply self with optimal preparation related to religious service of Ramadhan to be internally ready to enter month of Ramadhan.

There is two important preparation which must be conducted in order to tau’iyah Ramadhan, namely preparing of personality every moslem ( nafsi i’dadun) and preparing of environment support ( bi’ah).

Siapkan diri, Sambut Bulan Suci Ramadhan

Secara pribadi, setiap muslim wajib membekali dirinya dengan persiapan optimal yang berkaitan dengan ibadah Ramadhan agar secara internal siap memasuki bulan Ramadhan.

Ada dua persiapan penting yang harus dilakukan dalam rangka tau’iyah Ramadhan, yakni mempersiapkan pribadi setiap muslim (i’dadun nafsi) mempersiapkan bi’ah (lingkungan) yang kondusif.

Persiapan pribadi itu terdiri dari lima hal.

Pertama, I’dad Ruhi Imani, yakni persiapan ruh keimanan. Orang – orang yang soleh biasa melakukan persiapan ini seawal mungkin sebelum datang Ramadhan. Bahkan mereka sudah merindukan kedatangannya sejak bulan Rajab dan Sya’ban. Ini dapat dilihat dari doa mereka, “Ya Allah berikanlah kepada kami keberkatan pada bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami kepada Ramadhan.

Dalam rangka persiapan ruh keimanan itu, dalam surah At-Taubah Allah melarang kita melakukan berbagai maksiat dan kezaliman sejak bulan Rajab. Tapi bukan berarti di bulan lain dibolehkan. Hal ini dimaksudkan agar sejak bulan Rajab iman kita sudah meningkat. Boleh dikiaskan, bulan Rajab dan Sya’ban adalah masa pemanasan (warming up) sehingga ketika mula start memasuki Ramadhan kita sudah terbiasa.

Kedua, adalah I’dad Jasadi, yakni persiapan fisik. Untuk memasuki Ramadhan secara fisik, kita perlukan tahap kesehatan yang lebih baik dari biasanya. Sebab, jika fisik lemah, kemuliaan-kemuliaan yang dilimpahkan Allah di bulan Ramadhan memungkinkan kita tidak dapat meraihnya secara optimal. Makanya, pada bulan Rajab Rasulullah dan para sahabat membiasakan diri melatih fisik dan mental dengan melakukan puasa sunnah, banyak berinteraksi dengan al-Qur’an, biasa bangun malam (qiyamul-lail).

Ketiga, adalah I’dad Maliyah, yakni persiapan harta. Jangan salah faham, persiapan harta bukan untuk membeli keperluan logistik buka puasa atau kue-kue lebaran sebagaimana yang menjadi tradisi kita selama ini, tapi untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhan merupakan bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat ganda dibanding bulan biasa.

Keempat, adalah I’dad Fikri wa Ilmi, yakni persiapan fikiran dan ilmu. Agar ibadah Ramadhan dapat di optimalkan diperlukan bekal wawasan dan tashawur (persepsi) yang benar tentang Ramadhan. Caranya dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majlis ilmu tentang Ramadhan yang dapat membimbing kita beribadah Ramadhan dengan sempurna sesuai tuntutan Rasulullah. Menghafal ayat-ayat dan doa-doa yang berkait dengannya, menguasai berbagai masalah dalam fiqh puasa dan lain-lain juga penting dilakukan.

Selain persiapan-persiapan individu tersebut, persiapan sosial juga sangat penting dalam mewujudkan Ramadhan yang sempurna, karena betapapun semangatnya seseorang itu menyambut Ramadhan, tetapi kalau persekitarannya tidak selari dengannya seperti jika dia berada di tengah masyarakat yang mengambil enteng puasa, maka peribadi tersebut akan terkena juga pengaruh dan godaannya. Pengkondisian lingkungan sekitar itu perlu dilakukan di mana saja. Di rumah misalnya, sebaiknya memberi semangat anak-anak dengan nasihat tentang puasa, dibelikan kain sejadah atau mushaf Al-Quran yang baru. Di lingkungan luar dipasang berbagai publisiti seperti spanduk, sticker, brosur dsb untuk mengingatkan masyarakat tentang Ramadhan dan keutamaannya.

Tak kurang pentingnya, masjid dan mushalla hendaknya dihias lebih indah, bersih dan nyaman. Sehingga, orang yang berada di dalamnya merasa lebih nyaman, tenteram serta menikmati suasana ramadhan. Begitu juga dengan kegiatannya harus beraneka-ragam dan terpadu. Jangan cuma tarawih dan buka puasa bersama (ifthar jama’i) saja tapi buat halaqah Qur’an, tadarus bersama, kajian tafsir dan fiqih dan lain-lain. Laksanakan program sebanyak-mungkin supaya masyarakat dapat menyerap ke dalam warna Islami agar ia melaksanakannya juga diluar bulan Ramadhan.