Home     Dentistry     Computer     Business     Download Center     My Software

Prepare your self, Greet Month of Ramadhan

Personally, every moslem is obliged to supply self with optimal preparation related to religious service of Ramadhan to be internally ready to enter month of Ramadhan.

There is two important preparation which must be conducted in order to tau’iyah Ramadhan, namely preparing of personality every moslem ( nafsi i’dadun) and preparing of environment support ( bi’ah).

Siapkan diri, Sambut Bulan Suci Ramadhan

Secara pribadi, setiap muslim wajib membekali dirinya dengan persiapan optimal yang berkaitan dengan ibadah Ramadhan agar secara internal siap memasuki bulan Ramadhan.

Ada dua persiapan penting yang harus dilakukan dalam rangka tau’iyah Ramadhan, yakni mempersiapkan pribadi setiap muslim (i’dadun nafsi) mempersiapkan bi’ah (lingkungan) yang kondusif.

Persiapan pribadi itu terdiri dari lima hal.

Pertama, I’dad Ruhi Imani, yakni persiapan ruh keimanan. Orang – orang yang soleh biasa melakukan persiapan ini seawal mungkin sebelum datang Ramadhan. Bahkan mereka sudah merindukan kedatangannya sejak bulan Rajab dan Sya’ban. Ini dapat dilihat dari doa mereka, “Ya Allah berikanlah kepada kami keberkatan pada bulan Rajab dan Sya’ban, serta sampaikanlah kami kepada Ramadhan.

Dalam rangka persiapan ruh keimanan itu, dalam surah At-Taubah Allah melarang kita melakukan berbagai maksiat dan kezaliman sejak bulan Rajab. Tapi bukan berarti di bulan lain dibolehkan. Hal ini dimaksudkan agar sejak bulan Rajab iman kita sudah meningkat. Boleh dikiaskan, bulan Rajab dan Sya’ban adalah masa pemanasan (warming up) sehingga ketika mula start memasuki Ramadhan kita sudah terbiasa.

Kedua, adalah I’dad Jasadi, yakni persiapan fisik. Untuk memasuki Ramadhan secara fisik, kita perlukan tahap kesehatan yang lebih baik dari biasanya. Sebab, jika fisik lemah, kemuliaan-kemuliaan yang dilimpahkan Allah di bulan Ramadhan memungkinkan kita tidak dapat meraihnya secara optimal. Makanya, pada bulan Rajab Rasulullah dan para sahabat membiasakan diri melatih fisik dan mental dengan melakukan puasa sunnah, banyak berinteraksi dengan al-Qur’an, biasa bangun malam (qiyamul-lail).

Ketiga, adalah I’dad Maliyah, yakni persiapan harta. Jangan salah faham, persiapan harta bukan untuk membeli keperluan logistik buka puasa atau kue-kue lebaran sebagaimana yang menjadi tradisi kita selama ini, tapi untuk melipatgandakan sedekah, karena Ramadhan merupakan bulan memperbanyak sedekah. Pahala bersedekah pada bulan ini berlipat ganda dibanding bulan biasa.

Keempat, adalah I’dad Fikri wa Ilmi, yakni persiapan fikiran dan ilmu. Agar ibadah Ramadhan dapat di optimalkan diperlukan bekal wawasan dan tashawur (persepsi) yang benar tentang Ramadhan. Caranya dengan membaca berbagai bahan rujukan dan menghadiri majlis ilmu tentang Ramadhan yang dapat membimbing kita beribadah Ramadhan dengan sempurna sesuai tuntutan Rasulullah. Menghafal ayat-ayat dan doa-doa yang berkait dengannya, menguasai berbagai masalah dalam fiqh puasa dan lain-lain juga penting dilakukan.

Selain persiapan-persiapan individu tersebut, persiapan sosial juga sangat penting dalam mewujudkan Ramadhan yang sempurna, karena betapapun semangatnya seseorang itu menyambut Ramadhan, tetapi kalau persekitarannya tidak selari dengannya seperti jika dia berada di tengah masyarakat yang mengambil enteng puasa, maka peribadi tersebut akan terkena juga pengaruh dan godaannya. Pengkondisian lingkungan sekitar itu perlu dilakukan di mana saja. Di rumah misalnya, sebaiknya memberi semangat anak-anak dengan nasihat tentang puasa, dibelikan kain sejadah atau mushaf Al-Quran yang baru. Di lingkungan luar dipasang berbagai publisiti seperti spanduk, sticker, brosur dsb untuk mengingatkan masyarakat tentang Ramadhan dan keutamaannya.

Tak kurang pentingnya, masjid dan mushalla hendaknya dihias lebih indah, bersih dan nyaman. Sehingga, orang yang berada di dalamnya merasa lebih nyaman, tenteram serta menikmati suasana ramadhan. Begitu juga dengan kegiatannya harus beraneka-ragam dan terpadu. Jangan cuma tarawih dan buka puasa bersama (ifthar jama’i) saja tapi buat halaqah Qur’an, tadarus bersama, kajian tafsir dan fiqih dan lain-lain. Laksanakan program sebanyak-mungkin supaya masyarakat dapat menyerap ke dalam warna Islami agar ia melaksanakannya juga diluar bulan Ramadhan.

No comments: